Minggu, 01 Mei 2011

METODE PENAMBANGAN EMAS


A.      Sejarah Ditemukannya Emas
Awal dari ditemukan tambang emas ini berawal dari geologis Belanda Jean-Jacquez Dozy yang mengunjungi Indonesia pada tahun 1936 untuk menskala glasier Pegunungan Jayawijaya di provinsi Irian Jaya di Papua Barat. Dia membuat catatan di atas batu hitam yang aneh dengan warna kehijauan. Pada 1939, dia mengisi catatan tentang Ertsberg (bahasa Belanda untuk “gunung ore”). Namun, peristiwa Perang Dunia II menyebabkan laporan tersebut tidak diperhatikan.
Dua puluh tahun kemudian, geologis Forbes Wilson, bekerja untuk perusahaan pertambangan Freeport, membaca laporan tersebut. Dia dalam tugas mencari cadangan nikel, tetapi kemudian melupakan hal tersebut setelah dia membaca laporan tersebut. Dia memutuskan untuk menyiapkan perjalanan untuk memeriksa Ertsberg. Ekspedisi yang dipimpin oleh Forbes Wilson dan Del Flint, menemukan deposit tembaga yang besar di Ertsberg pada 1960.

B.      Emas

Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lembek, mengkilap, kuning, berat, "malleable", dan "ductile". Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tapi terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage. Kode ISOnya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius.
Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%.
Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Genesa emas dikatagorikan menjadi dua yaitu:
  • Endapan primer; dan
  • Endapan plaser.
Emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga digunakan sebagai perhiasan, dan elektronik. Penggunaan emas dalam bidang moneter dan keuangan berdasarkan nilai moneter absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai mata uang di seluruh dunia, meskipun secara resmi di bursa komoditas dunia, harga emas dicantumkan dalam mata uang dolar Amerika. Bentuk penggunaan emas dalam bidang moneter lazimnya berupa bulion atau batangan emas dalam berbagai satuan berat gram sampai kilogram.
C.      Tembaga
Tembaga adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan nomor atom 29. Lambangnya berasal dari bahasa Latin Cuprum.Tembaga merupakan konduktor panas dan listrik yang baik.Selain itu unsur ini memiliki korosi yang lambat sekali. Tembaga dicampurkan dengan timah untuk membuat perunggu.




D.      Metode Penambangan Emas
Ada beberapa metode penambangan emas yang dilakukan dibeberapa Negara. Metode ini tergantung dari mana emas itu berasal. Pada tulisan di bawah ini, saya coba membahas metode tersebut satu persatu :
  1. Metode Panning
Gold panning atau pendulangan emas, merupakan metode penambangan emas yang sebagian besar dilakukan oleh para penambang emas, dimana tempat penambangan ini biasanya bekas dari penambangan besar. Dengan menggunakan sebuah alat pendulang emas ( wajan ), di guncangkan kedalam air sungai, dan emas tersebut bercampur dengan pasir serta kerikil. Emas yang memiliki berat jenis lebih besar daripada batu dan krikil, secara otomatis jatuh kebagian dasar wajan.
Emas yang terdapat pada sungai, biasanya tersembunyi pada dasar aliran, dimana padatan emas memungkinkan untuk berkonsentrasi. Jenis emas yang ditemukan di dasar sungai disebut sebagai endapan plaser.
  1. Metode Sluicing
Metode ini menggunakan kotak pintu air yang dipergunakan untuk mengekstrak emas. Saluran pintu air ini merupakan buatan manusia dengan jeram pada bagian bawahnya. Jeram tersebut dirancang sebagai zona mati, untuk memungkinkan emas putus suspensi. Pada bagian bawah terdapat sebuah kotak, yang berfungsi mengalirkan air. Materi gold bearing ditempatkan di atas di bagian atas kotak. Materi yang dibawa oleh arus kotak dimana emas dan bahan padat mengendap di balik  jeram. Bahan padat yang mengalir keluar, disebut sebagai Tailing.

  1. Metode Hard Rock
Metode hard rock ini dilakukan jika emas yang terkandung bukan terdapat didalam sedimen longgar. Hard rock pertambangan, merupakan penghasil emas sebagian besar di dunia. Tambang emas lainnya menggunakan penambangan emas bawah tanah, dimana bijih diekstraksi melaui terowongan atau lubang.
Pada kedalaman tersebut, pada umumnya, panas yang dikeluarkan tidak dapat tertahankan oleh Manusia, dan beberapa bentuk pengkondisian udara harus disediakan untuk menjaga suhu dibawah tingkat tertentu untuk keselamatan pekerja.   

   


   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar